Kamis, 11 April 2019

LET’S TALK ABOUT THE FUTURE


Kita hidup tidak hanya didunia, setelah kematian kita akan memasuki kehidupan lain yang jauh berbeda dengan kehidpan dunia yakni kehidupan akhirat. Pada kehidupan akhirat semua amalyang kita kerjakan didunia akan di evaluasi. Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa orang yang cerdas itu orang yang sering ingat mati dan mau menyiapkan diri untuk kematian. Orang yang cerdas merupakan orang yang tidak akan menyia-nyiakan waktunya untuk hal-hal yang ada manfaatnya. Dan sibuk memikirkan hari esok. Nabi juga mengibaratkan bahwa kita didunia ini anyalah seorang musyafir yang sedang mampir minum.
Karena waktu yang kita miliki dunia ini terbatas, mau tidak mau, bias tidak bias kita harus memaksimalkan penggunaanya. Seperti saat kita menyelam dengan keterbatasan tenaga dan oksigen yang kita punya. Kita harus menentukan spot-spot mana yang akan kita selami. Kita mesti punya tujuan dan cepat-cepat menyiapkan pembekalan. Kalua tidak bukan menyelam kita malah tenggelam.
What do you want to be ?
Kamu mau jadi apa ? apa yang akan kamu berikan pada dunia ? saat berhadapan dengan Allah nanti, apa yang ingin kamu bangggakan didepannya ? semua orang sukses di dunia memulai usahanya dengan menentukan tujuan hidup yang jelas kita punya ketergantungan yang kuat dengan tujuan hidup kita, cita-cita kita. Kita bias meraih tujuan dan cita-cita yang sudah kita rancang dengan bias memanfaatkan waktu, tenaga, usaha, semangat dan pikiran sebaik mungkin. Kenapa setiap orang harus memiliki cita-cita ? karena cita-cita inilah yang membuat hidup kita lebih banyak memiliki energi dan semangat untuk menjalani hidup, agar pekerjaan seberat apapun tidak akan terasa berat dan membuat stress.
Untuk menggapai Cita-cita yang jelas kita mesti bisa menggunakan waktu dengan bijak. Mana yang lebih dulu dikerjakan, mana yang harus diakhirkan. Kita harus pandai mengatur rencana dan kegiatan dengan rapi. Kita bagi pikiran dan tenaga kita dengan tugas atau pekerjaan yang kita dapat. Perencaan yang matang juga sangat diperlukan untuk mendukung kemungkinan cita-cita kita tercapai. Selain cita-cita tujuan hidup yang jelas dapat kita gunakan sebagai sarana untuk membnagun tangga kesuksesan dalam kehidupannya. Hal ini tentu saja berbeda dengan orang-orang yang tidak punya tujuan hidup, tidak punya rencana, hanya mengalir seperti air.
Fokus pada kekuatanmu !
Sering kali kita merasa pesimis ketika melihat kondidsi orang tua yang memiliki ekonomi yang pas-pasan, padahal kita punya kecerdasan yang luar biasa. Kadang kita juga merasa paling bodoh kalua disusruh mengerjakan soal-soal matematika, padahal kita punya jwa seni yang sangat hebat. Tak jarang kita juga merasa malu-malu bergaul dengan teman kerena merasa tidak cantic, padahal kita punya kemampuan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Semua orang memiliki keunikan dan potensi berharga masing-masing yang diciptakan Allah dalam diri kita. Fokus pada kelebihan kita sangat penting dalam meraih tujuan hidup. Hanya perlu belajar mengenali dirimu sendiri. Apa yang menjadi kekuatanmu ? tanyakan hal itu pada dirimu sendiri, kalua perlu tanyakan kepada orang tua, saudara dan sehabatmu. Tak ada salnya juga melakukan tes minat bakat kita untuk lebih mengenal I potensi diri kita. Jika sudah menemukan potensi kita, kebangkan dan latih terus potensi-potensi itu. Karena potensi yang kita miliki merupakan kekuatan terbesar yang kita miliki yang daoat kita gunakna sebagai modal kita untuk bergerak maju.

Di sebuag desa, hidup seorang petani yang masih muda. Suatu hari, petani tersebut mendengar berita bahwa orang-orang di pulau seberang ramai mecari intan. Mengapa mereka mencari intan ? bukankah mereka selama ini mereka dikenal sebagai para nelayan?
Usut punya usust ternyata beberapa minggu sebelumnya, ada seseorang penduduk di pulau tersebut yang menemukan intan. Karena barang temuannya itu sangat bernilai, ia menjualnya. Nasibnya pun berbalik 180 derajat, dari sebelumnya hanya nelayan miskin menjadi pengusaha kaya raya.
Mendengar kebar tersebut, petani muda itu tergiur mendapat keberuntungan yang sama. Setelah berembuk denagn istri dan keluarganya. Ia memutusan untuk menjual sawahnya kepada tetengganya dan berencana untuk mencari intan. Pada hari yang ditentukan, ia pergi merantau ke pulau seberang dengan maksud menjemput impiannya : menemukan intan yang indah dan mahal.
Hari berganti, musim berlalu. Sepuluh tahun sudah petani itu mencar intan di pulau seberang. Namun intan impiannya belum juga jatuh ketangan. Satu demi satu penduduk pulau yang sebelumnya sangat bersemangat  mencara intan pun menyerah. Tak satu pun di anatara mereka berhasil mendapatkan apa yang mereka carai. Petani muda itu pun ikut putusa asa. Suatu sore dipinggir kali tempatnya mecari intan, ia memuuskan untuk pulang kekampung halamannya.
Saat petani itu tiba di kampung halamannya, ia terkejut karena tertangganya  yang membeli sawah miliknya dulu sekarang kaya raya. Cerita pun berhembus ke telinganya. Konon tetangganya itu sangat sabar dan telaten menggarap sawah yang baru dibelinya. Cuaca terik dan kemarau panjang tak menyurutkan hasratnya untuk mengelola sawah. Hasil panennya memang tidak seberapa. Keran, selain air, hama juga menjad masalah. Meskiun begitu, ia tetap bersyukur kepada Allah.
Suatu hari, ditengah rutinitasnya menyiangi reremputan yang tumbuh di anatara tanaman padinya, ia menginjak benda keras yang tak biasanya di sawahnya. Ia sudah bertahun-tahun mengelola sawah dan hafal setiap jengkalnya. Saat tangannya mencoba mengambil benda aneh itu, matanya terbelalak. Siapa sangka, benda keras yang bercampur lumpur itu ternyata bongkahan intan!. Ia lantas membawa intan temuannya ke kota untuk di jual. Dalam sekejap, ia pun menjadi orang kaya.
Ada orang yang mencari intan hingga ke tempat jauh. Tak sedikit yang mengira benda itu ada dalam genggaman orang lain. Tampa sadar, apa yang mereka cari ada di dekat mereka, ada dalam diri kita sendiri.